Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Budaya Baru Belanja Online, hati-hati ya!

Di era digital yang semakin canggih ini, segala kegiatan dan kebutuhan kita bisa dipenuhi melalui platform digital. Karena maraknya digitalisasi, muncul juga platform belanja online yang sangat digemari berbagai kelangan terutama ibu-ibu.

Dalam laporan terbaru e-Conomy SEA 2021 Tamasek, Google, serta Bain & Company memperkirakan perdagangan e-commers di Indonesia pada tahun 2021 akan berada di kisaran US$ 53 miliar atau melesat 52% year on year dari US$ 32 miliar pad tahun 2020 (sumber : Kontan.co.id, 13 November 2021).

Memang dengan kehadiran platform belanja online, kegiatan belanja yang tadinya harus dilakukan dengan pergi ke pasar atau supermarket, kini tinggal pencet-pencet di smartphone. Tidak butuh waktu lama, belanjaan pun sampai di depan pintu rumah.

Tak jarang, beberapa platform belanja oline memberikan potongan harga dan promosi. Menurut Astrid Wiliandry, Direktur Snapcart Indonesia, di antara 3 pemain e-commerce (Shopee, Tokopedia, dan Lazada) Shopee terlihat paling aktif membuat promo, iklan, acara TV, live stream, video, dan kolaborasi selama bulan Ramadhan. Shopee Big Ramadhan merupakan program yang paling diminati oleh 88% responden, (sumber : Kapanlagi.com, 25 Mei 2022).

Jadi keuntungan belanja online adalah irit waktu dan tenaga, serta banyak promosi yang dapat dimanfaatkan. Tapi di balik keuntungannya, ada bahaya berbelanja secara online bila tidak bisa membatasi diri.

Tergiur dengan potongan harga yang fantastis, membuat kita tidak bisa menahan diri. Berpikir mendapatkan keuntungan dari potongan harga, padahal sebenarnya malah mengeluarkan uang untuk hal yang tidak diperlukan.


Beberapa tips yang bisa dilakukan agar kamu bisa membatasi diri saat berbelanja online:


1. Catat tiap kebutuhan pokok yang kamu perlukan berikut budget per bulannya (seperti untuk makan, membayar cicilan  bila ada, listrik, air, sekolah, transport, dan sebagainya).


2. Buat juga budget bulanan untuk kamu tabung dan investasikan.


3. Setelah budget- budget utama terpenuhi, buatlah budget untuk belanja online agar kamu punya batasan berapa yang bisa kamu pakai.

Singkatnya, sama dengan prinsip Living, Saving, dan Playing.


Berbelanja online boleh saja, bahkan sangat menguntungkan bila bijaksana dalam penggunaannya, yaitu sesuai kebutuhan dan bukan membeli barang yang tidak diperlukan. Apalagi kalau sampai berhutang.


Kalau kamu, lebih suka berbelanja online atau offline?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Stacia Bernadette
Stacia Bernadette
Certified Personal Financial Planner. Health and Life Insurance Advisor. A mother who cares about financial and insurance for your family. CFP ID : 2200 0220

FORM KONSULTASI