Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Mindset Berinvestasi

Definisi umum, Investasi adalah kegiatan penanaman modal kedalam aset pada periode tertentu dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan. Dari definisi tersebut, banyak orang yang menitikberatkan kepada KEUNTUNGAN tapi lupa ada kata HARAPAN, berarti bukan suatu kepastian, sehingga ada RISIKO yang bisa menggagalkan mendapatkan keuntungan.

Sebenarnya sudah tidak asing lagi dan banyak orang yang paham hukum investasi, yaitu High Risk High Return, Low Risk Low Return, jika kamu mengharapkan keuntungan yang besar, kamu juga harus siap dengan risiko yang besar, berlaku juga sebaliknya jika kamu mau risiko yang kecil, kamu akan menerima keuntungan yang kecil juga.

hukum investasi ini seharusnya dipahami secara saklek tetapi mungkin ada yang tidak paham atau karena tamak, sehingga investasi bodong dari dulu selalu ada dan ada juga “peminatnya”.

Untuk menurunkan tingkat risiko, sebelum berinvestasi harus cek:

  1. Legalitas

Semua produk investasi harus jelas legalitasnya, terdaftar dilembaga pemerintahan yaitu OJK, LPS atau negara melalui undang-undang. Dan bisa juga dicek:

OJK: www.sikapiuangmu.ojk.go.id untuk mengetahui daftar perusahaan yang tidak berizin.

LPS: www.lps.go.id untuk mengetahui syarat produk simpanan dibank seperti apa yang dilindungi oleh LPS.

Undang-undang: Biasanya untuk produk investasi berupa obligasi negara.

2. Risiko

Sesuai hukum investasi diatas berarti semua produk investasi memiliki risiko yang pastinya dengan tingkatan tertentu. Jadi sebelum berinvestasi harus sadar lahir dan batin bahwa kita menanamkan modal dan dimasa depan ada kemungkinan bisa rugi. Pastikan kebutuhan utama kamu bisa terpenuhi dulu, jangan sampai sulit memenuhi kebutuhan utama dan investasi juga berantakan.

3. Berinvestasi Ke Instrumen Yang Dipahami

Pelajari sampai paham bagaimana uang kamu diputar sehingga bisa ada kemungkinan mendapat keuntungan. Jika kamu mengalami kesulitan dalam memahami salah satu instrumen investasi walau sudah belajar, ikut seminar, hire ahli investasi sebaiknya tidak perlu berinvestasi di instrumen investasi itu. Dan jika ada oknum yang menawarkan investasi yang “POKOKNYA” untung alias tidak jelas modal kamu diputar dimana, sangat disarankan untuk dihindari.

Jika 3 poin penting ini bisa dipenuhi, sudah bisa dipastikan kamu bisa menurunkan tingkat risiko apapun produk investasinya. Apakah kamu punya mindset diatas sebelum berinvestasi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Irshad Wicaksono Maruf
Irshad Wicaksono Maruf
Personal Financial Planner CFP ID: 1600 0440

FORM KONSULTASI