Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Literasi – Edukasi Perencanaan Keuangan Karyawan

Dalam rutinitas pekerjaan dan tugas-tugas kantor yang harus diselesaikan, kondisi stress adalah suatu kondisi yang dialami oleh setiap karyawan, yang tidak hanya berasal dari beban pekerjaan yang terlalu banyak, kondisi lingkungan kerja yang kurang kondusif, tetapi juga bisa dipengaruhi adanya kondisi/permasalahan yang dihadapi dalam hal keuangan pribadi. Kondisi tersebut dapat menimbulkan dan berdampak kepada terhadap penurunan produktivitas kerja karyawan dan menjadi salah satu factor penyebab munculnya stress.

Untuk dapat mengurangi dan meminimalisir terjadinya permasalahan dalam keuangan maka perlu adanya literasi dan edukasi keuangan untuk para karyawan, dimana hal tersebut sangat penting terutama untuk menyadarkan karyawan agar dapat mengerti dan memahami proses pengelolaan keuangan, untuk meningkatkan Financial Intelligence dimana tujuan utamanya adalah untuk dapat mewujudkan kondisi keuangan/finansial yang sehat, paham serta mengerti akan pengelolaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai tujuan keuangan

Ada beberapa manfaat literasi dan edukasi keuangan yang dapat diperoleh karyawan dengan mengerti dan memahami perencanaan keuangan, antara lain :

  1. Meningkatkan kualitas hidup
  2. Mengatur pola hutang dan menghindari hutang yang berlebih
  3. Menyiapkan dana darurat
  4. Menyediakan proteksi (asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi asset)
  5. Menyiapkan dan mengamankan dana pensiun

Seorang karyawan bisa dikatakan sehat secara keuangan/financial apabila mereka sudah bisa memiliki dan mengelola penghasilan yang diterimanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini, untuk persiapan masa depan, dapat mengelola hutang dengan baik dan siap dalam menghadapi kondisi darurat pribadi (tersedia dana darurat), dan pada akhirnya dapat menjalani dan menikmati masa pensiun dengan nyaman dan tangguh dalam menghadapi krisis keuangan

Dalam pembahasan literasi dan edukasi perencanaan keuangan secara  garis besar dapat dipisahkan antara lain :

  1. Literasi dan Edukasi Perencanaan Keuangan Karyawan Millenial, beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan :
  • Manajemen keuangan dengan cara menabung/saving, sebaiknya dibiasakan untuk menyisihkan minimal 10% dari penghasilan untuk ditabung dengan cara membukan rekening yang tidak dilengkapi dengan kartu ATM agar tabungan aman, tidak tergoda untuk diambil dan tidak tercampur dengan kebutuhan lainnya
  • Manajemen keuangan dengan cara membuat suatu alokasi anggaran tertentu, misal dari penghasilan yang diperoleh, sisihkan 10% untuk tabungan, 40% untuk kebutuhan hidup/konsumsi, 10% untuk investasi, proteksi, 30% untuk porsi hutang (maksimal), 10% untuk dana darurat, tabungan rekreasi, sedekah/social. Alokasi anggaran bebas dibuat disesuaikan dengan kebutuhan dan pola perencanaan keuangan masing2.
  • Manajemen keuangan dengan cara membuat/menentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai/diwujudkan, dimana pada usia yang masih relative muda masih memiliki waktu yang panjang dan keleluasaan dalam menyusun masa depan. Tujuan keuangan bisa menjadi salah satu cara agar bisa lebih fokus dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan dan bisa mewujudkan tujuan keuangan tersebut, misal untuk ibadah haji, beli apartment, rumah, kendaraan, melepaskan diri dari Sandwich Generation, financial freedom, dan sebagainya
  • Manajemen keuangan dengan cara menyiapkan Tabungan Hari Tua, dimana semakin awal memulai untuk menyiapkan tabungan hari tua/dana pensiun, maka beban kebutuhan investasi untuk masa depan akan lebih ringan (prinsip Time Value of Money – nilai uang sekarang lebih berharga dibandingkan dengan nilai uang dalam jumlah sama dimasa mendatang)
  • Manajemen keuangan dengan cara memulai investasi melalui produk2 instrument keuangan baik yang ada di pasar uang/money market seperti deposito, deposito berjangka, surat utang negara, surat berharga ritel,reksadana pasar uang maupun melalui instrument keuangan yang ada di pasar modal/capital market, seperti saham, obligasi, reksadana saham, reksadana campuran. Prinsipnya adalah memanfaatkan dan membuat uang bekerja untuk kita dan memberikan hasil lebih banyak dimasa yang akan datang
  • Memutus rantai Sandwich Generation, suatu kondisi yang menggambarkan posisi financial seseorang yang terhimpit diantara generasi atas (orang tua), diri sendiri dan istri dan generasi bawah (anak), dengan cara melakukan perencanaan keuangan, investasi dan bangun asset, monitor keuangan, investasi dan asset yang dimiliki, proteksi (asuransi jiwa, kesehatan, asuransi asset)
  • Literasi dan Edukasi Perencanaan Keuangan Karyawan Pra Pensiun, beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan :
  • Tentukan dan persiapkan kapan waktunya pensiun, semakin awal mempersiapkan tabungan hari tua/dana pensiun, baik melalui dana pensiun yang disediakan kantor maupun melalui dana pensiun lain, melalui investasi, agar semakin ringan dan memudahkan untuk melakukan persiapan kebutuhan dana untuk masa pensiun yang nyaman dan sejahtera
  • Tentukan jumlah dana/uang yang ingin dimiliki dan dibutuhkan saat pensiun, dalam usia pensiun biasanya besarnya kebutuhan hidup yang akan menjadi beban setiap bulannya berkisar 60%-70% dari kebutuhan bulanan saat ini. Perkirakan darimana akan memperoleh income pengganti pada saat pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidup yang terus berjalan
  • Pada saat masuk masa pensiun semua kewajiban/hutang harus sudah diselesaikan/dilunasi agar tidak menjadi beban pada saat masa pensiun
  • Persiapkan dana pendidikan untuk anak apabila masih ada anak yang masih sekolah/kuliah
  • Memilih produk instrument keuangan yang sesuai dan cocok dengan karakter kita terhadap resiko yang akan muncul atas investasi yang kita lakukan untuk mempersiapkan dana pensiun.
  • Lakukan Financial Check-up (kesehatan keuangan) minimal dilakukan setiap 6 bulan sekali. Dari Financial Check-up akan diketahui kondisi kesehatan keuangan yang ada, karena Financial Check-up melibatkan asset yang kita miliki (asset likuid, asset pribad/konsumtif, asset investasi, kewajiban/hutang yang kita miliki, dan juga pola arus kas

(pendapatan dan pengeluaran. Dari komponen-komponen tersebut nantinya dapat diketahui berapa besar Networth (kekayaaan bersih) yang dimiliki, posisi asset dan hutang/kewajiban, rasio hutang, posisi tabungan, dana darurat dan pola gaya hidup

  • Ubah pola gaya hidup pada saat masa pensiun, belajar irit tapi tidak pelit, bedakan antara kebutuhan/need dan keinginan/want
  • Manfaat nilai jamsostek sebaiknya jangan diambil, dibiarkan tetap berkembang meskipun sudah tidak ada setoran iuran lagi,
  • Diambil nanti pada saat membutuhkan
  • Dana cadangan pendidikan anak
  • Dana darurat
  • Sebagai investasi tambahan untuk kondisi tidak terduga
  • Dana bisa berkembang lagi
  • Hal terpenting yang perlu disiapkan adalah mental dan spiritual pada saat masa pensiun
  • Mencoba mengembangkan usaha sendiri sebelum masuk masa pensiun
  • Mencari pekerjaan lain setelah masa pensiun, untuk tetap mendapatkan income dan menjaga produktifitas
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Joko Purwanto CFP
Joko Purwanto CFP
Experienced Financial Planner, Inheritance Planner, Insurance Planner with a demonstrated history of working in the financial services industry. Skilled in negotiation, collection management, risk management, life insurance and financial analysis. Strong finance professional with a bachelor's degree in geological engineering from Gadjah Mada University. Founder finand.hr.ducation (fhd)

FORM KONSULTASI