Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Pembelajaran Finansial dari Pandemi Covid-19

Hampir setahun sejak pertama kali virus Covid-19 teridentifikasi di Indonesia dan sampai saat ini kita masih belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Berbagai upaya Pemerintah dalam menekan laju penularan virus ini, selain himbauan penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak), saat ini dikenal istilah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Selain itu, pemberian vaksin pun telah dilakukan secara bertahap. Tentunya kita semua berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas normal seperti sediakala.

Berbagai dampak yang timbul akibat pandemi ini, salah satunya pada kondisi keuangan. Tidak sedikit karyawan yang mengalami penurunan upah bahkan sampai di-PHK sehingga tidak memiliki penghasilan sama sekali, berbagai macam adaptasi pun dilakukan untuk sekadar bisa survive menghadapi musibah ini. Untuk mampu melewati setahun pandemi, kita pastinya belajar banyak hal terkait pentingnya mengelola keuangan pribadi dengan bijak. Berikut ini kami rangkum beberapa pelajaran finansial yang bisa kita petik selama pandemi:

Memiliki dana darurat adalah keharusan.

Hanya selang beberapa bulan setelah virus Covid-19 pertama kali dideteksi di Wuhan, lalu masuk ke Indonesia. Tidak ada yang memprediksi penyebarannya terjadi begitu cepat dan secara signifikan mengubah kebiasaan hidup masyarakat. Sebagian besar dari kita membeli persediaan vitamin dan obat lebih dari biasanya, ditambah alat pelindung diri seperti masker dan face shield. Sejumlah besar karyawan mengalami penurunan upah, bahkan ada yang sampai di-PHK. Kondisi bisnis pun yang biasanya ramai, sebagian besar mengalami penurunan omzet yang cukup besar. Mau tidak mau, satu-satunya pilihan adalah mengandalkan dana darurat yang ada untuk memenuhi kebutuhan sementara waktu. Ini menjadi pelajaran penting bahwa ketersediaan dana darurat memegang peranan penting sebagai senjata pertama saat terjadi hal-hal yang mendesak dan tidak direncanakan sebelumnya.

Adaptasi cash flow

Bukan hanya adaptasi pada protokol kesehatan, arus keluar masuk uang pun harus bisa beradaptasi. Misalnya ketika terjadi pengurangan penghasilan akibat pandemi, otomatis arus kas masuk berkurang, pengeluaran pun harus menyesuaikan, jangan sampai masih sama dengan kondisi sebelum pandemi. Adaptasi pastinya dilakukan dengan budgeting yang menyesuaikan dengan pemasukan yang ada, mulai dengan mengidentifikasi pengeluaran yang bersifat wajib dan mengurangi atau bahkan mengeliminasi pengeluaran yang tidak begitu penting.

Wajib punya proteksi

Saat pandemi, proteksi kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk kita miliki karena tidak menutup kemungkinan kita atau keluarga terdekat terpapar virus.  Selain memastikan keberadaan proteksi, tentunya kita jadi belajar membaca  polis asuransi yang kita miliki, misalnya biaya perawatan untuk kasus Covid dan biaya tes swab/antigen yang sewaktu-waktu kita butuhkan. Ketidakpastian risiko terlebih pandemi ini menyadarkan kita bahwa memiliki proteksi adalah sebuah kewajiban.  

Gercep (gerak cepat) tangkap peluang

Meskipun pandemi ini mengharuskan kita di rumah saja, kita bisa melihat bahwa segalanya berubah ke digital, kerja digital, sekolah digital, termasuk belanja digital. Orang-orang dalam memenuhi kebutuhannya tinggal pesan melalui HP, sehingga kita pun bisa jualan dari rumah. Banyak sekali orang-orang yang memanfaatkan kesempatan untuk mencari penghasilan tambahan dengan menjual masker, makanan, hiasan dinding, tanaman, dsb untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang stay di rumahnya. Tidak perlu lagi punya toko fisik untuk jualan, tinggal memilih jenis usaha yang cocok yang sekiranya dibutuhkan masyarakat. Yang paling penting kita gercep menangkap peluang yang ada.

Akses belajar seluas-luasnya dikala pandemi

Kita tentu menyadari bahwa pandemi ini memindahkan sekolah ke rumah, seminar dan pelatihan yang biasanya tidak bisa kita hadiri karena berada di luar kota dan butuh biaya transportasi serta akomodasi yang tidak sedikit kini berpindah ke rumah melalui webinar dan workshop online. Tentu ini menjadi sebuah kesempatan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan tanpa harus meninggalkan rumah, bukan hanya yang ada di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Ada banyak webinar tentang perekonomian dan keuangan yang bisa kita ikuti, bahkan ada yang tidak perlu bayar alias gratis. Beberapa dari kita pasti sudah memanfaatkan momen ini dengan mengikuti kelas online tersebut.

Itulah beberapa pelajaran finansial yang bisa kita ambil dari pandemi ini, tentu saja kita tidak mengharapkan pandemi ini terus berkepanjangan tapi alangkah baiknya ketika kita menjadikan pandemi ini sebagai momen pembelajaran berharga untuk hidup lebih baik kedepannya. Semoga pandemi ini segera berlalu ya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Aswin Nganro
Aswin Nganro
Certified Financial Planner

FORM KONSULTASI