Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Rahasia Milenial Cerdas Anti Galau

Sumber Gambar: Canva

Kamu tahu gak sih kalau 85% milenial Indonesia masih “sakit” finansialnya?

(sumber: OCBC NISP Financial Fitness Index)

Riset menunjukkan hanya 14,3% anak muda yang berusaha menuju “sehat” finansial. Hal itu disebabkan oleh pemahaman milenial yang kurang tepat dan lengkap terkait literasi dan pengelolaan keuangan. Dari survei Katadata Insight Center (KIC) dan Zigi yang dilakukan terhadap para investor yang didominasi usia muda yaitu milenial dan gen Z, pembeli mata uang kripto (cryptocurrency) naik lebih dari 100% sejak akhir 2020 hingga 2021. Milenial merupakan pembeli kripto terbanyak dengan persentase yakni 64%, disusul Gen Z sebanyak 23% dan Gen X sebanyak 12%.

Sering kita lihat dari beberapa pemberitaan media juga menunjukkan fenomena ikutan tren atau FOMO (Fear of Missing Out) yang marak di kalangan milenial juga ikut “ambil bagian” yang membuat “sakit finansial”. Misalnya, berinvestasi ke saham atau kripto (cryptocurrency) yang memiliki risiko tinggi (high risk high gain) namun berani memakai uang sekolah atau tabungan menikah atau bahkan sampai rela berutang dengan harapan uang yang diinvestasikan akan kembali berkali-kali lipat atau karena tergiur “kepingin cepat kaya” dengan cara instan. 

Sehingga banyak milenial yang mengalami “kegalauan” finansial, seperti pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, boros, income kekecilan, gak sanggup beli rumah atau kendaraan pribadi, terjebak utang pinjol atau paylater, selalu merasa kurang dan yang paling banyak dialami dan dikeluhkan milenial yaitu susah nabung.

Siapa sih yang termasuk kategori Milenial?

Milenial khususnya generasi Y dan Z adalah mereka yang dikategorikan lahir dari tahun 1980 sampai 2010. Saat ini generasi Y dan Z mendominasi populasi di Indonesia secara usia produktif dibandingkan dengan baby boomers atau generasi X, dengan presentase sebanyak 25,87% untuk generasi Y dan 27,94% untuk generasi Z.

Lalu bagaimana caranya menuju “sehat” finansial anti galau?

Pahamilah dulu bahwa berharap menjadi orang kaya tanpa memiliki dasar pengetahuan tentang cara mengelola keuangan yang benar adalah sia-sia. Semua uang dan kekayaan yang kamu miliki akan hilang dengan sangat mudah jika tidak pandai-pandai mengelolanya.

Sumber: Buku Rich Dad Poor Dad – Robert T. Kiyosaki

Pertama-tama, mulai dengan mindset yang tepat. Menurut Robert T. Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad Poor Dad : “Orang miskin bekerja untuk uang. Orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka”. Mindset adalah pola pikir yang dapat menentukan keberhasilan atau kesuksesan seseorang. Mindset ini mempengaruhi cara berpikir dan sikap seseorang ketika menghadapi sesuatu atau menentukan keputusan. Setiap keputusan yang kita ambil akan menentukan nasib kita, keberhasilan kita atau bahkan kegagalan kita.

Mindset yang manakah yang mau kita pilih? Mindset orang miskin atau mindset orang kaya? Kalau mau kaya, berpikirlah seperti orang kaya. 

Kalau mindset atau pola pikir kita sudah tepat, lalu apa langkah selanjutnya?

Punya mindset yang tepat saja belum cukup tanpa melakukan aksi yang tepat juga. Kita harus melakukan yang namanya cek kondisi keuangan (financial check up) dan pengelolaan keuangan atau dikenal dengan istilah Financial Planning.

Financial Planning bukan sekedar rahasia tapi bisa jadi solusi untuk hampir semua kegalauan finansial yang dialami milenial.

Yang mau tahu lebih lanjut, cek artikel selanjutnya ya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Margrita TJ , CFP®
Margrita TJ , CFP®
Certified Financial Planner®. Life & Health Insurance Consultant . ID Sertifikasi CFP: 2200 0162 . Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia . Berpengalaman lebih dari 3 tahun di bidang keuangan khususnya asuransi jiwa dan kesehatan.

FORM KONSULTASI