Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

7 Kesalahan Saat Membeli Asuransi Jiwa.

Dalam ilmu perencanaan keuangan, asuransi masuk kedalam kebutuhan dasar karena sebagai proteksi keuangan agar tidak terganggu jika risiko datang. Di Indonesia kesadaran berasuransi masih bisa dibilang cukup rendah dibanding negara tetangga lain, mungkin ada pengalaman orang lain atau diri sendiri yang tidak mengenakan dengan asuransi, ekspektasi dengan realita tidak sesuai, dan sebagainya.

Nah disini merangkum 7 kesalahan orang saat membeli asuransi, supaya teman-teman tidak melakukan kesalahan yang sama ya.

1. Membeli Asuransi Karena Tidak Enakan Dengan Teman.

Karena agen asuransinya teman, saudara, atau tetangga sendiri gak enak, ya udah beli aja. Beli asuransi boleh kok di teman, saudara, atau tetangga tapi saat membeli tau betul manfaatnya dan sesuai kebutuhan, jangan asal beli gak tau manfaatnya ya guys.

2. Beli Asuransi Untuk Investasi.

Pernah denger “ngapain beli asuransi, rugi”?

Ok ibarat kesatria pada gambar diatas, dia membawa pedang dan juga perisai pelindung. Asuransi ibarat pelindung untuk kesatria, akan sangat sulit untuk membunuh musuh dengan perisai, sama asuransi juga bukan bertugas mendapatkan untung, kalau mau dapat untung ya beli produk investasi.

Tapi kan sekarang banyak tuh dipasar produk gabungan antara asuransi dengan investasi atau tabungan?

Sama, walaupun digabung, pada dasarnya mereka adalah produk asuransi, jadi beli produk tersebut karena tujuan utamanya untuk PERISAI alias PROTEKSI, jadi bukan untuk nyari untung ya.

3. Males Baca Polis.

What baca polis?

Tulisannya kecil-kecil, berhalaman-halaman, males ah pusing, mending dijelasin agennya cukup.

Eits agennya juga bisa jadi kelupaan atau terlewatkan lho, sedangkan segala peraturan berkaitan dengan manfaat, biaya, tata cara claim, hal yang bisa ditolak claimnya, dan sebagainya semua ada dipolis.

Luangkan waktu sebentar untuk baca polis, apakah sudah sesuai yang dibutuhkan, apakah penjelasana agen dengan tertulis dipolis sesuai, dan sebagainya, dari pada kamu sudah terlanjur bayar premi bertahun-tahun eh malah tidak sesuai harapan.

4. Beli Produk Asuransi dari Perusahaan Yang Sehat sesuai ketentuan OJK

OJk sudah mensyaratkan perusahaan asuransi harus memiliki rasio kecukupan modal atau RBC (Risk Based Capital) minimal 120%, artinya perusahaan asuransi ini mampu membayar claim seluruh nasabahnya dalam waktu bersamaan.

Lalu bagaimana cara mengetahui rasio kecukupan modal tersebut?

Gampang banget kok, tinggal search diinternet rasio kecukupan modal, ada juga beberapa perusahaan asuransi yang mempublish laporan keuangannya setiap tahun, dan disitu bisa dicek rasio solvabilitas, ini nama lain dari rasio kecukupan modal.

5. Manfaat Asuransi Jiwa Terlalu Kecil.

Untuk perlindungan jiwa ada yang namanya uang pertanggungan jiwa, manfaat ini akan diberikan jika tertanggung atau peserta yang diasuransikan mengalami risiko meninggal dunia. besaran uang pertanggungan yang ideal banyak pendekatan sesuai kebutuhan, misal human live value atau nilai hidup seseorang.

salah satu rumusnya untuk menghitung Uang Pertanggunan

penghasilan bulanan x 12 x masa hidup

contoh Bapak A berusia 30 tahun penghasilan 10 juta perbulan, dan akan pensiun usia 55 tahun.

maka UP asuransi jiwa yang ideal adalah 10juta x 12 x 25 = 3Milyar.

Angka ideal ini bisa menjadi patokan tapi sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan.

6. Membeli Manfaat Asuransi Tambahan Yang Tidak Diperlukan.

Ibarat kita membeli semangkuk bubur ayam seharga Rp 10.000, bila tambah sate usus (+2.000), sate ati (+3.000), sate telur puyuh (+4.000). Asuransi tambahan atau disebut rider, ini perlu dipahami fungsi, biaya, serta syarat claimnya karena sama seperti sate pada bubur ayam tadi akan menambah “kenikmatan” tetapi harganya pun juga bertambah.

7. Tidak Semua Orang Butuh Asuransi Jiwa.

Yes betul kamu tidak salah baca. Orang yang membutuhkan asuransi jiwa idealnya dalam keluarga sebagai tulang punggung keluarga, karena ada orang yang menggantungkan hidupnya kepada dia.

Misal ada anak belum bekerja belum ada tanggungan, maka ideal miliki asuransi kesehatan saja, asuransi jiwa dibeli ketika sudah berpenghasilan dan memiliki tanggungan.

Masih bingung mau beli asuransi apa? mau diskusi gratis dengan profesional, yuk klik https/wa.me/6281807271223

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Irshad Wicaksono Maruf
Irshad Wicaksono Maruf
Personal Financial Planner CFP ID: 1600 0440

FORM KONSULTASI