Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Invest Firmly! Invest Steadily!

Badan Pusat Statistik (BPS) telah resmi mengumumkan laju inflasi juni 2022 mencapai level 4,35%. Inflasi pada bulan Juni tercatat sebagai level tertinggi sejak lima tahun silam atau sejak Juni 2017. Laju inflasi pada bulan Juli 2022 diperkirakan semakin tinggi lagi Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira memperkirakan inflasi pada Juli 2022 berada di kisaran 4,6% year on year dikutip dari Tempo.

Dengan kondisi inflasi yang terjadi, Bank Indonesia diproyeksikan akan melakukan peningkatan suku bunga acuan (BI7DRR) dalam waktu dekat. Hal ini juga didukung dari pelemahan mata uang Rupiah terhadap US Dollar setelah Bank Sentral Amerika (The Fed) meningkatkan suku bunga terlihat pada tanggal 6 Juli 2022 nilai tukar Rupiah terhadap Dollar (JISDOR) menyentuh Rp.15.015,-. Pelemahan Rupiah menjadi yang terburuk sejak bulan Oktober 2020. Keputusan BI untuk meningkatkan suku bunga dianggap wajar dengan ekspektasi menjaga laju transaksi keuangan, dan menarik kembali Rupiah yang telah beredar kembali ke Indonesia.

Pergerakan inflasi yang terjadi bersamaan dengan penguatan US Dollar dapat berdampak sangat besar pada kondisi perekonomian kita. Bagi pebisnis yang melakukan transaksi dengan mata uang US Dollar terutama melakukan kegiatan impor dapat berdampak pada meningkatnya biaya produksi, serta bisnis yang memiliki perbandingan hutang yang lebih besar daripada ekuitas (kekayaan) akan dihadapkan pada meningkatnya beban bunga secara otomatis. Para pelaku bisnis akan dituntut untuk mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam menjalankan bisnis dimana pada proses tersebut dapat berdampak pada peningkatan harga jual produk.

Golden coin photo created by xb100 – www.freepik.com

Lalu, dengan kondisi seperti ini apakah penting bagi kita untuk melakukan investasi? Apakah lebih tepat untuk kita menyediakan dana (cash) dan menghindari investasi? Tentu saja jawabannya adalah kita tetap perlu melakukan investasi, justru dalam kondisi seperti ini Investasi sangat diperlukan. Salah satu tujuan dasar dari Investasi adalah untuk melindungi uang yang kita miliki dari risiko inflasi. Namun, diperlukan investasi yang bijak dalam kondisi ekonomi seperti ini. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

1.       Protect your best asset

Dalam kondisi ekonomi seperti ini, menambahkan beban ekonomi untuk pribadi maupun keluarga Anda adalah hal terakhir yang Anda inginkan oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk menjamin asset-aset terbaik Anda telah terproteksi dengan tepat. Apa aset terbaik Anda? Tentu saja diri Anda sendiri dan keluarga Anda. Ini adalah saat yang paling tepat untuk melakukan evaluasi pada dana darurat Anda dan asuransi yang Anda miliki. Ingatlah, dalam kondisi apapun risiko dapat datang, memiliki proteksi yang tepat menjadi kunci menghadapi risiko tersebut.

2.       Invest in Opportunity

Bagi beberapa investor ini adalah kesempatan emas untuk menambah kepemilikan asset-aset investasi pada beberapa bisnis maupun sektor untuk jangka panjang, terbukti banyak perusahaan kuat sedang berada dalam harga “diskon” pada pasar modal akibat capital outflow. Sangat dipahami dalam kondisi seperti ini, berkomitmen melalui penempatan investasi jangka panjang merupakan hal yang sukar dan berisiko tapi berpotensi menghasilkan return yang besar, Namun tentu saja, tetap berinvestasilah dengan bijak. Penting untuk memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang akan dilakukan sebelum mengambil keputusan dalam investasi tidak akan merugikan bagi Anda. Pastikan Anda berinvestasi pada instrumen investasi yang tepat dan perusahaan yang terjamin.

3.       Diversification

Suatu pertanyaan penting namun sulit diproyeksikan yaitu : Kapan kondisi ekonomi akan lebih baik? Sampai sejauh ini, kondisi ekonomi yang tidak menentu ini tidak hanya terjadi di Indonesia namun secara global. Diversifikasi menunjukan “taring”-nya terutama pada saat-saat seperti ini, diversifikasi dapat menjadi penyerang dan pemain bertahan pada saat bersamaan.

Bagi beberapa dari Anda yang memiliki profil risiko konservatif (mementingkan keamanan modal daripada return), diversifikasi akan bertugas sebagai penyerang dimana Anda dapat menempatkan beberapa aset Anda pada saham dengan fundamental yang kuat. Hal ini dapat membantu investasi Anda tetap mendapatkan return dari hasil investasi sembari Anda fokus dalam menjaga aset yang Anda miliki. Sebaliknya, bagi Anda yang memiliki profil risiko agresif (mementingkan return daripada modal) Anda bisa menempatkan diversifikasi sebagai pemain bertahan dengan cara menempatkan saham pada aset-asset likuid untuk menjaga asset Anda jika terjadi perubahan ekonomi yang tidak diinginkan.

Money coins photo created by user6702303 – www.freepik.com

Ketidakpastian dalam ekonomi adalah suatu kepastian yang tidak dapat dihindari, tapi seperti waktu, uang tidak berhenti dan menunggu siapapun. Siap atau tidak uang akan bergerak, keputusan yang kita ambil hari ini akan menggerakan uang kita. Semoga tips sederhana ini dapat membantu Anda untuk mengarahkan uang Anda ke arah yang Anda inginkan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Willy Lie
Willy Lie
Personal Financial Planner, and Insurance Planner. Experienced in financial industries more than 5 years experiences. Skilled in financial analysis, life insurance, personal finance and pension preparation. Strong finance profile with a bachelor's degree in psychology from Tarumanagara University, and Certified Financial Planner; CFP ID: 2200 0022

FORM KONSULTASI