Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Managing Money in Crisis

Sejak bulan Februari 2022, dunia banyak menghadapi perubahan besar terutama pada bidang ekonomi dan moneter. Hal ini dimulai pada meningkatnya harga komoditas terutama energi. Peningkatan harga komoditas hanyalah awal dari perubahan besar yang terjadi ekonomi di tahun 2022.

Kondisi ini juga mempersulit pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19 yang menurunkan kecepatan transaksi bisnis dunia sejak tahun 2020. Dampak dari kedua hal tersebut meningkatkan inflasi di Amerika. Amerika resmi merilis angka inflasi negara-nya yaitu 9.1% pada bulan Juni, angka ini merupakan inflasi tertinggi sejak tahun 1981.

Bagaimana inflasi Amerika berdampak pada ekonomi global? Karena dalam menghadapi inflasi, negara dapat mengambil beberapa kebijakan moneter salah satunya adalah meningkatkan suku bunga. Hal inilah yang dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dengan meningkatkan suku bunga sebesar 0,75%, suku bunga the Fed saat ini bergerak di 1,5% sampai 1,75% (pada bulan Juni 2022). Peningkatan suku bunga ini menjadi yang terbesar sejak tahun 1994. Dan masih terdapat proyeksi dimana suku bunga akan dinaikan lagi sebesar 1%.

Meningkatnya suku bunga diharapkan oleh the Fed dapat menurunkan peredaran US Dollar dan menarik kembali US Dollar yang beredar sebagai cadangan negara yang pada akhrinya dapat menurunkan tingkat inflasi. Namun karena US dollar merupakan salah satu mata uang yang paling banyak digunakan untuk transksi di dunia maka secara otomatis hal ini akan berdampak secara global termasuk di Indonesia.

Disisi lain inflasi di Amerika juga dapat memperlambat recovery ekonomi di Indonesia dikarenakan capital outflow yang terjadi, dimana uang yang ditempatkan oleh asing di pasar modal Indonesia dapat keluar dari Indonesia karena pasar modal Amerika dengan suku bunga yang lebih tinggi (terutama pada obligasi) dianggap lebih menarik. 

Sampai artikel ini dibuat, Bank Indonesia belum mengambil kebijakan moneter yang sama dengan Amerika yaitu meningkatkan suku bunga. Namun kita harus mengantisipasi kebijakan moneter yang dapat diambil oleh Bank Indonesia. Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk Anda dalam bersiap menghadapi hal tersebut:

 1. Cash is King

Penting untuk mengambil keputusan ekonomi defensif pada kondisi yg tidak menentu seperti saat ini. Anda bisa mengalihkan investasi Anda ke investasi dengan risiko lebih rendah dan liquid. Anda dapat memilih deposito bulanan, reksadana pasar uang ataupun tabungan dengan bunga tinggi. Memiliki investasi yang bersifat liquid dapat membantu Anda mengambil tindakan preventif saat ekonomi bergerak ke arah negatif, serta memperluas pilihan saat ekonomi bergerak ke arah positif (reversal). Saat ini juga merupakan saat yg sangat tepat untuk Anda menambah emergency fund.

 2. Recheck cash flow 

Catat! setiap pemasukan dan pengeluaran Anda setiap hari (income &expense). Pencatatan ini akan membantu Anda dalam action plan keuangan Anda. Hal ini tampak sederhana namun jika dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif. 

Memeriksa cash flow juga dapat membantu Anda memahami blind spot dalam pengeluaran Anda yg sering membuat keuangan Anda “bocor”. Dengan memahami blind spot tersebut, Anda akan lebih mudah untuk melakukan penghematan (efisiensi cash flow) dan meningkatkan pengeloaan serta alokasi asset Anda. Penghematan menjadi salah satu kunci penting dalam persiapan menghadapi perubahan ekonomi.

 3. Hindari menerima informasi secara berlebihan

Saran ini mungkin terdengar kontradiktif di saat Anda harus bersiap menghadapi perubahan ekonomi dimana Anda dituntut untuk up to date terutama pada berita-berita ekonomi. Akan tetapi, tidak seluruh informasi yang Anda terima adalah informasi penting untuk Anda terima dan proses. Penting untuk menyaring informasi dan mendapatkan informasi dari narasumber yang tepat, serta mencari berita pendukung dari beberapa portal berita. Berlebihan dalam menerima informasi dapat mendorong Anda mengambil keputusan emosional. Keputusan emosional yang dapat merugikan seperti panic selling asset, ataupun panic buying seperti pada saat awal pandemi covid-19.

Financial report photo created by our-team – www.freepik.com

Kita tidak mengharapkan hal negatif terjadi, namun perubahan adalah hal yang pasti terjadi dalam berbagai hal termasuk dalam ekonomi. Semoga tips sederhana ini dapat membantu persiapan Anda dalam menghadapi perubahan ekonomi global yang terjadi, untuk tips selanjutnya tunggu artikel-artikel Kami selanjutnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Willy Lie
Willy Lie
Personal Financial Planner, and Insurance Planner. Experienced in financial industries more than 5 years experiences. Skilled in financial analysis, life insurance, personal finance and pension preparation. Strong finance profile with a bachelor's degree in psychology from Tarumanagara University, and Certified Financial Planner; CFP ID: 2200 0022

FORM KONSULTASI