Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Trading For Living, Mungkin?

Apakah anda pernah melihat iklan disosmed menggambarkan seseorang masih muda yang hidupnya mewah punya mobil sport, punya rumah mewah dipinggir pantai, jalan-jalan menggunakan kapal yacht lalu buka laptop atau gadgetnya melakukan trading saham kemudian untung besar, dan sehari-harinya seperti itu?

Hmm..perfect life.

Saya yakin semua orang ingin hidup seperti itu termasuk saya, tapi apakah mungkin hidup dari trading for living?

Saya jawab MUNGKIN.

Istilah Trading For Living, orang yang kerjanya jual beli instrumen keuangan seperti saham, forex, produk berjangka, atau yang lagi kekinian yaitu mata uang kripto dengan tujuan mendapatkan keuntungan dan keuntungan tersebut dipakai untuk kebutuhan hidup layaknya gaji atau penghasilan bulanan.

Sebelum anda memutuskan resign dari pekerjaan dan mulai menggapai “mimpi indah”, saya coba membangunkan anda sebentar dengan beberapa pertanyaan.

Berapa kebutuhan hidup bulanan anda?

Misal kebutuhan bulanannya Rp 5 juta.

Berapa modal yang anda punya?

Misal modal Rp 10 juta untuk trading, jadi apakah mungkin modal Rp 10 juta mendapatkan untung setiap bulan 50% supaya menghasilkan Rp 5 juta untuk biaya hidup bulanan?

Jawabannya BISA saja, misal saham yang lagi trend sekarang, terbukti awal pandemi 2020 sampai artikel ini dibuat febuari 2021 ada salah satu emiten saham yang naik ratusan persen, tapi apakah mungkin terus bisa memberikan keuntungan sebesar itu dan pastinya akan sangat sulit menemukan saham yang berpotensi memberikan 50% keuntungan setiap bulan.

Tapi kalau modal anda dinaikan 10 kali menjadi Rp 100 juta untuk bisa menghasilkan Rp 5 juta, maka “effort” kamu cukup 5% alias lebih ringan kan?

Apakah para “master” pasar saham seperti Warren Buffett atau Lo Kheng Hong tidak pernah RUGI?

Jawabannya PERNAH, mereka belajar tidak baru kemarin, mereka “nyemplung” dan belajar terus menerus sudah puluhan tahun mungkin tapi pernah rugi, mungkin sampai sekarang juga pernah mengalami rugi, apalagi anda yang mungkin baru mulai masuk pasar saham karena “hype”?

Jangan lupakan piramida keuangan dalam ilmu financial planning, pondasi dasar ada dana darurat, porsi utang yang sehat, punya asuransi jiwa dan kesehatan, dan investasi masa depan, jika biaya Rp 5 juta tadi belum termasuk hal diatas dan modal belum sebesar itu, lupakan niat untuk resign dari pekerjaan utama anda.

Maaf ya sudah ganggu bangunin anda dari mimpi indah..

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Irshad Wicaksono Maruf
Irshad Wicaksono Maruf
Personal Financial Planner CFP ID: 1600 0440

FORM KONSULTASI