Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Apa Itu Surat Berharga Negara (SBN)?

Adalah produk investasi berbentuk utang.

Kok investasi malah utang?

Iya yang berutang adalah negara, jadi negara meminjam uang rakyatnya dalam kurun waktu tertentu, tujuannya untuk membangun negara, seperti pembangunan jalan, jembatan, pendidikan dan sebagainya

Negara menjamin pokok serta kupon (keuntungan) yang tertuang dalam UU no 24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

SBN ada 2 jenis: konvensional dan syariah.

Ok, yuk kita bahas..

  1. Konvensional.

Kita sebagai investor akan diberikan kupon (keuntungan) secara bulanan dan pokoknya akan dikembalikan oleh pemerintah diakhir periode.

SBN Konvensional ini ada 2 bentuk yait: Saving Bond Retail (SBR) dan Obligasi Negara Retail Indonesia (ORI).

A. SBR

Memiliki ciri tidak dapat diperjual belikan dipasar sekunder, bisa diajukan pencairan sebelum jatuh tempo maksimal 50%, jatuh tempo 2 tahun, kupon floating rate with floor, dan nominal investasi Rp 1 juta hingga 3 miliar.

B. ORI

Memiliki ciri bisa mendapat peluang capital gain karena bisa dijual kepemilikan kita ke pasar sekunder, jatuh tempo 3 tahun, kupon fixed rate (tetap), dan nominal investasi Rp 1 juta hingga 3 miliar.

2. Syariah

Dana dari investor dicatat sebagai penyertaan aset berwujud negara dan disewakan kepada pemerintah, pemerintah akan membayar uang sewa (ujrah) sebagai imbal hasil rutin kepada para investor.

SBN syariah juga ada 2 bentuk yaitu: Sukuk Tabungan (ST) dan Sukuk Retail Indonesia (SR atau Sukri). ST mirip seperti SBR dan SR mirip seperti ORI.

Lalu pembagian kupon tadi ada yang fixed rate dan ada juga yang floating with floor. Sesuai artinya kupon yang menggunakan fixed rate artinya keuntungan akan dibagikan kepada investor tetap setiap bulan, sedangkan floating with floor artinya keuntungan yang dibagikan kepada investor bisa berubah-ubah sesuai kondisi pasar tetapi memiliki “lantai” atau batas bawah.

Instrumen investasi SBN ada pajaknya yaitu 15% dari keuntungannya ya guys, lebih kecil dibanding pajak deposito 20% dari keuntungan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Irshad Wicaksono Maruf
Irshad Wicaksono Maruf
Personal Financial Planner CFP ID: 1600 0440

FORM KONSULTASI