Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook

Terjebak atau “Sengaja” Masuk Jebakan Produk Keuangan Bodong?

Istilah “terjebak” sering digunakaan untuk korban yang tidak memahami produk “jebakan” ini.

Di zaman serba digital seperti sekarang dan hampir sebagian besar orang memiliki smartphone dengan mudahnya mencari info apapun. Ok memang ada sebagian orang yang tidak punya smartphone atau daerah yang sulit sinyal, tapi yang saya bingung adalah korban pinjol ilegal dan investasi bodong terus ada dan selalu banyak “korbannya”.

Saya sengaja kasih tanda petik dikata korban, karena sebenarnya mereka itu benar-benar terjebak atau sengaja masuk ke jebakan drama ini?

Untuk cari informasi sekarang sangat mudah, bisa dari internet, buku cetak atau digital, kelas offline dan online, sampai jasa profesional financial planner. Masalahnya tinggal mau atau tidak mau mencari informasi tersebut.

Baca buku bingung memahaminya, ikut kelas males karena berbayar padahal ada juga kasih yang gratis, pakai jasa profesional financial planner gak mau karena katanya feenya mahal, ketika ada “penawaran” pinjol (pinjaman online) atau berinvestasi ternyata ilegal atau bodong, lalu melabeli dirinya “korban” dalam drama berjilid-jilid.

Sebelum melakukan keputusan terutama mengenai keuangan jadilah smart people (pinjam istilah dari Deddy Corbuzier), mumpung sebagian besar sedang WFH yuk cari dulu informasinya, pahami, lalu ambil keputusan sesuai kebutuhan dan kemampuan, bukan karena terpaksa tanpa perhitungan ataupun greedy (serakah).

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Irshad Wicaksono Maruf
Irshad Wicaksono Maruf
Personal Financial Planner CFP ID: 1600 0440

FORM KONSULTASI